Filosofi Kopi Bukan Sekedar Filosofi

Ok, jadi mgkn saya telat baru nonton film ini. Tapi, banyak “kejutan” bagi saya dari film BAGUS ini. Ya, bagus, pakai capslock. Film yang diangkat dari kumpulan cerpen dari satu novelis favorit saya, Dee. Banyak penggubahan, banyak sekali perubahan dari cerita aslinya.. namun tak mengubah rasa dari filmnya, tetap enak, pas. Kejutan pertama buat saya adalah film ini besutan sutradara Angga dwimas sasongko.. yg juga membesut Bukaan 8 yg akan launching akhir februari ini, my must watch 2017 no 3 after critical eleven and the naked traveller. So, di kepala saya udah ada standar ttg akan seperti apa Bukaan 8 ter-tayang nantinya, mudah2an. Kejutan selanjutnya, setelah saya blogwalking mencari review ttg film filkop pasca menonton filmnya semalam.. ternyata penulis script writer filkop adalah Jenny jusuf.. yang notabene adalah Scriptwriter untuk film Critical Eleven yg diadaptasi dari novel salah banyak penulis favorit saya juga Ika Natassa, which is.. Critical Eleven adalah my must watch 2017 No. 1! As i’ve said before. Maka Kolaborasi Angga dan Jenny adalah kolaborasi Jodoh yang kuat chemistry nya.. menghadirkan filosofi kopscreenshot_2017-01-29-08-34-49i yang “sederhana” namun “kuat” dan kaya “cita rasa”. Menghadirkan sebuah karya yang tidak muluk2.. namun saya yakin semua akan bisa sangat menikmatinya.. dengan nuansa pesan moral yang emosional yang juga bisa tersampaikan dengan sangat baik lewat penghayatan karakter para pemainnya, yang utamanya Rio Dewanto dan Chicco Jerikho. Yang membuat saya bergumam.. dalam 5 menit pertama menikmati film ini saya ngakak sengakak-ngakaknya.. menit2 selanjutnya, saya bergumam, bagus, how a good movie this is. Walaupun dalam sebuah film mungkin akan ada kekurangannya.. tapi nuansa yang dominan yang saya nikmati adalah film ini bagus, menarik, dan mensugesti untuk ditonton ulang, layaknya AADC 1 yg tak bosan saya tonton berkali-kali.. dan dari blogwalking saya juga mendapati respon yang sama untuk film ini.. beberapa hal yg saya ingat dr respon tersebut antara lain :
“Dalam film nya Ben berkata bahwa Kopi yang Baik akan menemukan penikmatnya sendiri.. maka ternyata berlaku sama untuk Film ini.. karena Film yang baik akan menemukan penikmatnya sendiri”
“Ketika mengunggah sebuah film yang diangkat dr sebuah cerita atau novel.. kebanyakan orang melupakan satu kata, “adaptasi”. Kebanyakan terlalu saklek dan patuh pada sumber asli nya. Padahal film memiliki ruang gerak yang lebih bebas untuk dieksplor ketimbang cerpen atau novel. Maka tantangan kekuatan adaptasi itulah yang berhasil dijawab oleh Angga dwimas sasongko.. dengan melakukan berbagai perubahan disana-sini namun tak mengurangi inti cerita.. sehingga filmnya lebih terasa realistis. Angga juga memiliki kredibilitas untuk menyampaikan rasa.. yang juga mgkn banyak dilupakan para membuat film. Layaknya Ben yang membuat kopi dengan obsesi dan Pak seno membuat kopi dengan Cinta. Maka Angga membuat film ini dengan Cinta, dengan Rasa, bukan dengan obsesi semata. Dan hasilnya ini adalah sebuah karya yang Idealis seperti Ben, namun terasa Realistis seperti Jody”
“Sebuah film yang baik akan membuat kita bisa mengingat banyak adegan, kalimat2, menyukai itu semua, memberi hal baru.. yang membuat kita tak ragu untuk menontonnya ulang”

Bagaimana? Sudah nonton filosofi kopi? Atau mau nonton lagi? Oya.. kabar baik kejutan selanjutnya adalah ternyata Angga saat ini sedang mempersiapkan sekuel nya filosofi kopi, yaitu filosofi kopi 2.. yang menambahkan peran baru seorang Barista cewek bernama Brie yang diperankan oleh Nadine alexandra. 2017 will have so many Expectation.. but.. let’s see and enjoy it. ;).

-L-