Hypertenson.. let’s beat it!

Jieeee.. yang semangat banget abis ikutan seminar wkwkwk.. yuk kita rangkum apa “take-home-lesson” hari ini.. jadi.. topik dan kasus HIPERTENSI ini akan sangaaaaaaaatttt banyaaaaakkkkkk kita temui dalam praktel sehari2.. jd topik ini memang sangat mem-bumi, asik. Atas dasar itulah bagian kardiologi fk unand rsup dr m djamil mengadakan seminar sehari bertemakan “hipertensi”.. yap.. hipertensi. Ada 8 topik totalnya.. mari kita bahas konklusinya, sebatas yg saya inget.. *selain yg diinget lumpia dan goreng segitiga apalah namanya snack2nya yg enak itu wkwk*

Hipertensi pada populasi khusus

  1. Renal hipertensi : – hipertensi pada remaja atau usia muda.. pikirkan selalu bahwa itu adalah hipertensi sekunder.. artinya kita pun harus berupaya utk memikirkan etiologi atau penyebabnya, bukan cuma nanganin hipertensinya saja. Level kompetensi utk hipertensi sekunder adalah 3b.. tatalaksana awal dan rujuk utk cari tau penyebabnya. Terutama kemungkinan terbesar adalah penyebab dr renalnya.. lakukan pemeriksaan fisik sederhana misalnya auskultasi bruit arteri renalis (arteri penghubung ginjal dgn aorta.. so, lokasinya.. di antara area proyeksi ginjal di bawah kosta dan ke garis tengah tubuh) utk kemungkinan stenosis arteri renalis.. lakukan urinalisa utk ppk tingkat 1 (harapan temuan antara lain proteinuria, hematuria, dll).. atau ureum, creatinin, elektrolit serum bila memungkinkan. Bila positif dr ginjal kemungkinannya.. jgn kasih ace inhibitor yaa.. krn akan memperberat hipertensinya. Utk tatalaksana modifikasi gaya hidup salah satunya batasi garam lbh kurang 5-6 gr saja per hari (sekitar 1 sendok teh) errr.. sabar yaa..
  2. Hipertensi pada kehamilan : HT kehamilan klo tidak ditangani serius bs membahayakan ibu, juga janinnya.. ingat yaa.. ada 2 makhluk hidup yg harus kita perhatikan. ada 4 macam klasifikasinya.. hipertensi kronis.. gestasional hipertensi.. preeklampsia/eklampsia.. dan superimposed preeklampsia dgn hipertensi kronis. HT kronis, sudah ada sblm hamil 20 minggu atau akan tetap ada hingga 3 bulan post partum. Gestasional HT, terdeteksi saat hamil 20 minggu.. no proteinuria.. dan selesai saat post partum. Preeklampsia.. skrg dibagi severe dan non severe saja.. kriterianya.. yg umum,proteinuria atau boleh tanpa proteinuria namun ditemukan salah satu dr bbrp kriteria tambahan *lupa, kalo eklampsia sudah pasti ada kejang.. terapinya.. anti hipertensi (metildopa, nifedipine.. no sublingual yaa krn risiko takikardi dan hipotensinya.. jgn kasih ace inhibitor, ARB, diuretik pada bumil.. KONTRAINDIKASI.. kecuali kondisi khusus yg memaksa), magnesium (tapi ini bkn utk nurunin tensi yaa.. lbh utk menangani kejang dan perlindungan thdp fetus nya), dan terminasi kehamilannya.
  3. Hipertensi pd pediatrik: yg paling saya ingat hanya”3″.. jangan lupa sediakan 3 macam manset anak, biasakan ukur tensi anak yg berusia lbh dr 3 tahun (makanya sediain 3 macam mansetnya dulu, jgn pake manset dewasa), lakukan pemeriksaan pada 3 waktu utk menegakkan diagnosis hipertensinya. PLOT hasilnya ke grafik khusus tensi anak berdasarkan gender, usia, tinggi badan/berat badan.. disebut hipertensi bila lebih dari persentil 95, tensinya. Pengecualian utk tekanan darah sistolik > 180 sudah disebut hipertensi krisis.. pada anak. Neonatus (bayi) pun bahkan bisa hipertensi, lho.. jadi.. mari coba biasakan mengukur tensi anak.. krn anak2 yg hipertensi.. saat terdeteksi biasanya 40% sudah ada LVH.. mari kita bantu cegah mereka jd gagal jantung di kemudian hari..
  4. Hipertensi pada stroke akut: pada stroke hemorhagik, harus turunin tensinya.. dgn antihipertensi per-IV. Pd hipertensi emergency (disertai target organ.. mata, otak, ginjal, jantung.. harus turun dgn target : MAP – 25%.MAP dlm 2 jam pertama, pilihannya salah satunya dan sewajibnya intravena, misalnya nicardipine), sementara pd hipertensi urgency (tanpa target organ) boleh di tatalaksana maksimal 48 jam pertama dan boleh dgn obat oral long acting. Pada stroke iskemik, tidak diperbolehkan menurunkan tekanan darahnya dlm fase akut 2-3 hari pertama krn akan menimbulkan risiko stroke berulang (recurrent) di kemudian hari.. tetap hitung MAP krn patokan utk memulai terapinya berdasarkan itu.. namun sebaiknya bila tekanan darah sistoliknya lebih dari 200 mmhg saja.
  5. Hipertensi pada emergency jantung: maafkan udah mulai ga fokus.. yg diinget : acute heart failure, diseksi aorta, acs. Bedakan nyeri dada acs dan diseksi aorta.. diseksi aorta ada tipe 1 dan 2 (dan ketauan dr CT Scan), yg membedakan surgical dan non surgicalnya.
  6. JNC 8 yg keluar tahun 2014 memiliki 9 rekomendasi tatalaksana hipertensi.. err…
  7. Segitu dulu yaa.. yg mampu diinget, dikit banget yak? Mari kita baca lagi.. ini cuma dr otak saya aja.. utk keshahihannya.. mari buka text book, guideline, dan jurnal lagi. Mohon koreksinya dan semoga bermanfaat.