a sharing to remember

Ini.. beberapa hal yg saya ingat.. sebelum lupa.

Sebuah komunitas itu sebaiknya konsepnya sederhana namun fokus pada suatu topik/ide serta punya tujuan dan target yg jelas utk dicapai biar bisa naek level (biar ga monoton juga sih saya rasa). Bila akan dijadikan sesuatu yg bersifat komersial maka komunitas harus punya akad yg jelas. Sebaiknya ketika memasuki komunitas.. jangan ada rasa ingin memiliki.. lillahi taala saja, agar ketika kita “selesai” dgn itu.. kita tidak mengatakan.. itu kan karena saya, karena jerih payah saya.. (reminder, ikhlas). Sebaiknya sebuah komunitas tidak mendoktrin.. justru membebaskan namun memberi keterikatan secara hati agar anggotanya happy menjalaninya. Kembali lagi, semua akan kembali kepada niat awal membentuk dan bergabung dalam komunitas tersebut. Macam-macam komunitas antara lain: indonesia mengeja, indonesia berkebun, komunitas fotografi, komunitas pekerja honorer (hehe), forum lingkar pena yg sudah terkenal adalah contoh komunitas yg berhasil dibangun, menemukan karakteristiknya, dan bertahan. Sebaiknya sebuah komunitas mampu memberi manfaat bagi masyarakat banyak.

Mungkin bisa mengambil hikmah dari cerita beda kepemimpinan walt disney dan perusahaan columbia pictures. Disney lebih menekankan pada kekeluargaan, penghargaan, dan inovasi.. konon ketika suatu disneyland baru dibangun di suatu daerah.. pengunjung pertama yg diperbolehkan menikmati secara gratis adalah seluruh pihak yg terlibat dalam pembangunannya beserta keluarganya. Dedikasi dan totalitas layak diberikan penghargaan.

Apa lagi ya? Sekedar info bagi adek2 mahasiswa di dunia kampus.. belajar juga untuk menjadi seorang pemberi service yg profesional ketika akan mengangkatkan sebuah acara dgn misalnya memastikan secara detail apa saja yg dibutuhkan oleh narasumber, memakai setelan yg profesional dan firm (tidak acakadul dan bau keringat hehe) ketika akan bertemu pihak penting perusahaan bila sedang menjalani tugas fundraising.

-L-